Aku tersenyum untuk melupakan kepedihan
tapi tangisku tak kunjung redah
disaat buaya-buaya itu nakal
menikam dari belakan
untuk memangsa semua hak rakyat
buaya-buaya itu berendam dalam lumpur politik
aku herang dengan buaya itu
karna dia mampu menelang banyak mangsa
hampir semua orang patah harapan
melihat keganasannya
dia tidak hidup dua alam
tapi mampu menguasai dua alam
kemudian menindas habis-habisan
senyumannya mampu menghipnotis semua manusia
dan meracuni tatanan bangsa
dialah yang memporak-porandakan negri ini
Tampilkan postingan dengan label perlawanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perlawanan. Tampilkan semua postingan
Senin, 24 Mei 2010
Sabtu, 22 Mei 2010
Kemana Kita Dibuang oleh Penguasa
Mengapa kita kehilangan cahaya
Ketika kita rindu dengan kebebasan
Malah kita terpenjara erti
Yang meneteskan duka
Mengapa ketika kita ingin kepastian
Kita pun selalu tertipu oleh kebohongan
Dalam ketidak jelasan
Yang membentuk ketiadaan
Kengapa ketika kita dalam kejujuran
Kita selaluh ditemani fitnah
Yang berkabung dalam gelap kehidupan
Kemudian menghuja dalam tangisan
Mengapa ketika kita ingin
menggenggam kebenaran
selalu saja manisnya dosa
terlempar dalam hidup kita yang hampa
Mengapa disaat kita merintih
Memanggil keindahan
Kesepianpun datang mencaci
Menertawakan butiran-butiran air mata
Mengapa disaat kita melawan
Sakit yang tak terhingga
Kita semakin tenggelam dan terhanyut
dalam ranah kekosongan
Mengapa disaat kita terus bertahan
kita semakin terguyur dengan penindasan
memaksa meledakkan jiwa
dan mati dalam kehinaan
Mengapa ketika kita bersabar
Mengecup hati yang hening
dan menanti sebuah cinta dan kasih sayang
Kita semakin terpuruk dalam kebecian
Kemana kita di bawah oleh nasib
Kemana kita dibuang oleh penguasa
Dimana kita menempuh jalan pembuangan
Dan hidup dalam peransingan
Ketika kita rindu dengan kebebasan
Malah kita terpenjara erti
Yang meneteskan duka
Mengapa ketika kita ingin kepastian
Kita pun selalu tertipu oleh kebohongan
Dalam ketidak jelasan
Yang membentuk ketiadaan
Kengapa ketika kita dalam kejujuran
Kita selaluh ditemani fitnah
Yang berkabung dalam gelap kehidupan
Kemudian menghuja dalam tangisan
Mengapa ketika kita ingin
menggenggam kebenaran
selalu saja manisnya dosa
terlempar dalam hidup kita yang hampa
Mengapa disaat kita merintih
Memanggil keindahan
Kesepianpun datang mencaci
Menertawakan butiran-butiran air mata
Mengapa disaat kita melawan
Sakit yang tak terhingga
Kita semakin tenggelam dan terhanyut
dalam ranah kekosongan
Mengapa disaat kita terus bertahan
kita semakin terguyur dengan penindasan
memaksa meledakkan jiwa
dan mati dalam kehinaan
Mengapa ketika kita bersabar
Mengecup hati yang hening
dan menanti sebuah cinta dan kasih sayang
Kita semakin terpuruk dalam kebecian
Kemana kita di bawah oleh nasib
Kemana kita dibuang oleh penguasa
Dimana kita menempuh jalan pembuangan
Dan hidup dalam peransingan
Kamis, 20 Mei 2010
Di bawah Permalingan Di balik Jabatan
Rakyat kecil selalu menjadi korban
Pemerkosaan hegemoni politik
Yang selalu memuja nafsu animalisme
Dan kini masyarakat lemah
Begitu sulit mengontrol prestasinya
Untuk mencapai tangga kehidupan manusiawi
Mereka tertekan oleh petualang nafsu keserakahan
Mereka selalu ada dibawah
Permalingan di balik jabatan
Yang selalu ingin memiliki keuntungan
Mereka terus tertindas… tertindas…
Dan terus tertindas
Dan ketika mereka tertindas
Ustazd budak Neolib, penjual ayat-ayat Tuhan
Datang kemudian berkata:
Sabar...!!! “sabar itu disayang Tuhan…
Dan ketika kamu bersabar
Nanti kamu akan masuk syurga…”
Tapi apakah sabar itu hanya terdiam
dan menerima semua ketidak adilan,
kemuadian sabar itu
akan bisa menyelesaikan persoalan?
Tidak… tidak… kita harus melawan
Jangan mau jadi tumbal keserakahan.
Pemerkosaan hegemoni politik
Yang selalu memuja nafsu animalisme
Dan kini masyarakat lemah
Begitu sulit mengontrol prestasinya
Untuk mencapai tangga kehidupan manusiawi
Mereka tertekan oleh petualang nafsu keserakahan
Mereka selalu ada dibawah
Permalingan di balik jabatan
Yang selalu ingin memiliki keuntungan
Mereka terus tertindas… tertindas…
Dan terus tertindas
Dan ketika mereka tertindas
Ustazd budak Neolib, penjual ayat-ayat Tuhan
Datang kemudian berkata:
Sabar...!!! “sabar itu disayang Tuhan…
Dan ketika kamu bersabar
Nanti kamu akan masuk syurga…”
Tapi apakah sabar itu hanya terdiam
dan menerima semua ketidak adilan,
kemuadian sabar itu
akan bisa menyelesaikan persoalan?
Tidak… tidak… kita harus melawan
Jangan mau jadi tumbal keserakahan.
Langganan:
Postingan (Atom)