Terus Berkarya Tanpa Peduli Orang Lain Mau Menerimah atau Tidak - Siraj Anggara

Kamis, 03 Juni 2010

Panah Durjana Kekuasaan

Panah durjana kekuasaan
Telah menusuk hati para penguasa
Nampaknya begitu kuat dan kukuh
Dan begitu sulit untuk melepasnya

Belenggu ikatan halus tapi erat
Sampai tak kuasa lagi untuk melepasnya
Menggerakkan kata nurani
Hingga tergiring dalam kebiadaban

Negeri ini yang penuh sesak
Dengan kabut-kabut ketidakadilan
Perubahan pun sekedar kabar angin
Terlintas dalam sejuta janji

Keteguhan hati telah terobohkan
Dan jatuh ketangan iblis
Hingga keserakahan dan moralitas
Tak terbedakan lagi

Mereka hanya bisa bersenda gurau
Di atas rintihan perih rakyat
Mereka hanya bisa buat bencana
Di tengah aliran kehidupan negri ini

jika kita rindu

Falsafah Mandar
yang takkan pernah terlupakan
“Pitu buttu pitu ta’ena ayu,
Sangnging anccur naola salili’u”
“tujuh gunung tujuh tangkai kayu,
semuanya hancur dilalui rinduku”
jika, kita rindu dengan keadilan
rindu dengan kebenaran
rindu dengan kebebasan
rindu dengan kedamaian
rindu dengan kesejatraan
maka semua yang menjadi penghalang
akan musnah,
karna ketika kita rindu pada sesuatu
pastinya kita akan berusaha untuk bertemu
walaupun harta, jabatan,
bahkan nyawa sekalipun
ikut menjadi korban
untuk bersua dengan sosok yang dirindukan
tapi, pernakah kita rindu dengan semua itu?
jawabannya tak ada dalam buku
dan tak ada dalam media apapun….
jawabannya ada di dalam hati
dan ada pada tindakan…
siapapun yang akan memimpin majene
saat ini sampai akhir nanti
haruslah memiliki kerinduan itu.
sebagai spirit Majene yang lebih baik
untuk selamanya…