Terus Berkarya Tanpa Peduli Orang Lain Mau Menerimah atau Tidak - Siraj Anggara
Tampilkan postingan dengan label pemimpin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemimpin. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Mei 2010

Pemimpin harapan kami

Wahai, pemimpin harapan kami...
Jangan kau lukai negri ini
memaksa rakyat mencicipi perih

Jangan kau sakiti negri ini
Mengalirkan derita yang menyayat hati
Menganiaya rakyat miskin

Jangan kau tipu negri ini
dengan memeras hasil peluh rakyat
mengambil segala hak mereka

Jangan kau bohongi negri ini
Dengan janji-janji yang tak bermakna
Tapi kami butuh tindakan

Kami katakan... jangan...
Jangan sentuh negri ini
dengan tangan kotormu

Jangan kau mendekat
Jika kau tak bisa mengartikan luka
Yang telah lama mengiris rakyat

Jangan kau hembuskan badai
Gemuruh keserakahan
Yang mengombang-ambingkan kehidupan


Jangan ketika hanya kepentinganmu
Kami butuh seorang pemimpin
bukan pemimpi

10 Pebruari 2010

Sabtu, 22 Mei 2010

Kemana Kita Dibuang oleh Penguasa

Mengapa kita kehilangan cahaya
Ketika kita rindu dengan kebebasan
Malah kita terpenjara erti
Yang meneteskan duka

Mengapa ketika kita ingin kepastian
Kita pun selalu tertipu oleh kebohongan
Dalam ketidak jelasan
Yang membentuk ketiadaan

Kengapa ketika kita dalam kejujuran
Kita selaluh ditemani fitnah
Yang berkabung dalam gelap kehidupan
Kemudian menghuja dalam tangisan

Mengapa ketika kita ingin
menggenggam kebenaran
selalu saja manisnya dosa
terlempar dalam hidup kita yang hampa

Mengapa disaat kita merintih
Memanggil keindahan
Kesepianpun datang mencaci
Menertawakan butiran-butiran air mata

Mengapa disaat kita melawan
Sakit yang tak terhingga
Kita semakin tenggelam dan terhanyut
dalam ranah kekosongan

Mengapa disaat kita terus bertahan
kita semakin terguyur dengan penindasan
memaksa meledakkan jiwa
dan mati dalam kehinaan

Mengapa ketika kita bersabar
Mengecup hati yang hening
dan menanti sebuah cinta dan kasih sayang
Kita semakin terpuruk dalam kebecian

Kemana kita di bawah oleh nasib
Kemana kita dibuang oleh penguasa
Dimana kita menempuh jalan pembuangan
Dan hidup dalam peransingan

Kamis, 20 Mei 2010

Cinta Salah Tingkah

Cinta begitu mudah diucapkan
Dengan kata-kata indah
terkadang cinta jadi korban
Para pecinta yang salah tingkah

Hingga cinta itu semakin abstrak
Tapi sebenarnya cinta itu begitu nyata
Jika pecinta itu mampu memahami
makna yang tersembunyi dibalik cinta itu

cinta seorang pemimpin
adalah cinta yang dinanti oleh rakyat
namun kini telah ternodai oleh kata dusta
yang bersemi dalam janji-janji semu

rakyat pun begitu sulit memahami cinta
bersama harapan yang telah sirna
kemudian terhempas oleh badai kebohongan
hingga hati rakyat berlumurkan luka

cinta sang pemimpin
kini hanya bisa berbuah tetesan air mata
yang menggilas kehidupan rakyat
dalam kelam kegelapan