Falsafah Mandar
yang takkan pernah terlupakan
“Pitu buttu pitu ta’ena ayu,
Sangnging anccur naola salili’u”
“tujuh gunung tujuh tangkai kayu,
semuanya hancur dilalui rinduku”
jika, kita rindu dengan keadilan
rindu dengan kebenaran
rindu dengan kebebasan
rindu dengan kedamaian
rindu dengan kesejatraan
maka semua yang menjadi penghalang
akan musnah,
karna ketika kita rindu pada sesuatu
pastinya kita akan berusaha untuk bertemu
walaupun harta, jabatan,
bahkan nyawa sekalipun
ikut menjadi korban
untuk bersua dengan sosok yang dirindukan
tapi, pernakah kita rindu dengan semua itu?
jawabannya tak ada dalam buku
dan tak ada dalam media apapun….
jawabannya ada di dalam hati
dan ada pada tindakan…
siapapun yang akan memimpin majene
saat ini sampai akhir nanti
haruslah memiliki kerinduan itu.
sebagai spirit Majene yang lebih baik
untuk selamanya…
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Kamis, 03 Juni 2010
Kamis, 27 Mei 2010
Dirundung Rindu
Ketika dirundung rindu
Wajahmu merayap dalam hatiku
dan merambat dalam anganku
Tertumpuk cinta dalam jiwaku
Kadang ku terdiam seribu bahasa
Pandanganku kosong jauh menerawan
Dan tak jarang
kumenangis dalam sepi
Dan… kini biarlah aku
Merasuk dalam jiwamu
Menungguh di telaga hatimu
Mengukir cinta di alam fikiranmu
Wajahmu merayap dalam hatiku
dan merambat dalam anganku
Tertumpuk cinta dalam jiwaku
Kadang ku terdiam seribu bahasa
Pandanganku kosong jauh menerawan
Dan tak jarang
kumenangis dalam sepi
Dan… kini biarlah aku
Merasuk dalam jiwamu
Menungguh di telaga hatimu
Mengukir cinta di alam fikiranmu
Langganan:
Postingan (Atom)